Dengan tangan kotor berlumur dosa Ya Rasulullah,
sepucuk surat ini kutulis dengan tinta iman yang kini semakin mengering,
dan di atas Kertas burang dengan coretan-coretan kemunafikan.
Untukmu di Sana wahai Makhluk Suci yang sangat merindukan Kami.
Sholawat dan Salam atasmu wahai Para pemimpin Nabi.
Enkaulah Sang pembawa Risalah yang telah menunaikan Amanah Langit di Bumi.
Duh..
Andai saja saat ini engkau disini.
Tentulah tak ada kaum yang menghinakan kami.
Apalagi memecah belah umat ini.
Bendera islam pun berbikar di puncak tertingi.
Tak banyak yang ingin kusampaikan Ya RasuluLlah, hanya ingin menceritakan keadaan kami.
Ya.. Kamii.
Umatmu yang kau sebut sebagaimana dalam hadist dengan "saudara-saudaramu yang kau rindukan".
Bukankah engkau mengatakan kepada para sahabat-sahabat muliamu; "Aku ingin (sekali) bertemu dengan saudara-saudara kita"
laku para sahabat pun bertanya; "Bukankah kami semua saudaramu ya rasulullah?"
Rasulullah menjawab; "Bukan ! Kalian adalah sahabat-sahabatku.
Sedangkan saudaraku adalah mereka yang hidup setelah (ku)."
(Musnad Imam Ahmad)
Wahai Rasulullah Saw,
para wanita golongan kami yang dulu mati-matian kau perjuangkan kemuliaa dan kehormatanya kini malah setengah mati menjatuhkan diri mereka dilembah kerendahan.
Para anak-anak yang kau katakan Amanah yang tak boleh di sia-siakan, sekarang ditelantarkan dan disuap dengan butiran nasi bais keterbelakangan.
Para orang tua yang kau larang disakiti,
kini sangat mudahnya dizhalimi.
Keadilan yang begitu kau agung-agungkan pun,
kini seperti sebuah khayalan.
Wahai Rasulullah
benarkah kami yang kau rindukan.?
Sedangkan sholatmu dan sholat kami seperti langit dan bumi.
kami lalai dalam dzikir kami,
bagaimana mungkin kami brdzikir dalam kelalaian kami.
Bacaan Al-Qur'an kami juga Hanya Sampai di Makhraj Hamzah,
terhenti disitu jarang menembus kulit hati kami.
Mata kami sering basah,
menangis, tapi bukan karena rindu kami kepadamu ya Rasulullah Saw.
Kami hanya menangis saa kehilangan Dunia Kami. Kami pun bersedih, tapi bukan karena ibadah-ibadah yang luput terlewati.
Wahai Rasulullah Saw
Alangkah Cintanya engkau kepada kami,
umatmu yang kini sering melupakanmu.
Padahal nanti saat manusia-manusia saling menyalahkan, saat semua oran dan bahkan para Nabi pun mementingkan diri sendiri agar selamat dari Azab Allah Swt sambil mengatakan "Nafsi-Nafsi" (diriku-diriku).
Lisanmu yang mulia itu malah mengulang-ulang kalimat: "Ummati-Ummati" (umatku-umatku).
Hati siapa yang tak akan luluh bila mengetahui cintamu kepada umatmu?
Air mata siapa yang tak menetes jika mengingat perjuanganmu?
Kepala yang tidak tertunduk malu mengenang sejarah hidupmu? Kecuali hati yang telah tertutupi dosa, mata yang silau dengan dunia, dan kepala orang-orang yang sombong yang tak tau diri
wahai Rasulullah Saw
Masih ingat dalam ingatanku, engkau bersumpah: "Demi (tuhan) yang jiwaku berada didalam Kekuasaan-Nya.
Tidak sempurna Iman Seseorang diantara kamu sampai aku DiCintainya melebihi cintanya kepada Anaknya, orang tuanya dan manusia seluruhnya
Ma.af kan kami wahai Rasulullah Saw,🙏
ma.af kan kekurangan kami..🙏
Aamiin ya rabb🤲
💦Allahuma shalli alaa sayiidina Muhammad💦