Rabu, 18 Desember 2019
Ketika Istri Marah Tidak di Telpon Suami, Jawaban suaminya Mengejutkan
Rabu, 11 Desember 2019
Jangan Salah Kaprah, Walau Mencium Anak Sendiri
Selasa, 10 Desember 2019
Ketika Engkau Terdzalimi, Ingatlah Hal Ini
Berjilbab Itu Bukan Dari Hati Tapi Dari Kepala Hingga Kaki
Lelaki seperti apa, Menghasilkan Istri Seperti Apa
Kekurangamu Adalah Perisaimu
Kekuranganmu Adalah Perisaimu
Engkau yang sedang membaca tulisan ini, Apa yang menjadi aibmu? Apa kekuranganmu? Adakah engkau menemukan sesuatu diragamu yang apabila orang lain tahu akan membuatmu malu? atau jika orang lain tahu seakan semua manusia akan menjahuimu?
Cukup, Pertanyaan tadi tidak memerlukan jawaban, biar engkau dan Allah yang tahu , atau bersama seseorang yang mampu menjaga rahasiamu.
Memang manusia adalah sebagus-bagus makhkuk yang diciptakanNya, namun apa yang engkau dapatkan belum tentu sama seperti orang lain miliki.
Baiklah sebelum engkau bertanya, "Kenapa Tuhan memberikan kekurangan tersebut kepadaku?" simak dulu satu
peristiwa penting ini, yaitu ketika Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS menjumpai seorang anak kecil yang bermain di pinggir sebuah kampung. Kemudian, Khidir AS mendekati anak itu. Secara tiba-tiba, Khidir AS membunuh anak kecil itu. Tentu saja secara spontan Musa AS terkaget dan sungguh kesal dengan perbuatan yang dilakukan Nabi Khidir. Ia bertanya-tanya, mengapa anak kecil yang terlihat tidak melakukan kesalahan apapun dibunuh begitu saja di depan matanya.
Alasan Nabi Khidir membunuh ialah karena anak kecil itu sebenarnya akan menjadi jahat di waktu dewasa, dan pada saat itu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah kemunkaran dimasa mendatang adalah dengan membunuhnya.
Memang terlihat kejam, bahkan nabi Musa pun komplain atas perlakuan Nabi khidir tersebut, namun Allah Mahatahu apa yang baik dan apa yang tidak baik.
Dari kisah Musa dan Khidir tadi, apakah kamu dapat menemukan kata kunci terhadap apa yang sedang engkau alami? kekurangan-kekurangan yang ada pada ragamu, dapatkah kau selami hikmahnya?
Baiklah, mari kita dalami lebih jauh lagi tentang hal ini, pikirkan terlebih dahulu anak kecil yang dibunuh tentunya sedang tidak berdosa, hanya saja kemungkaran akan dilakukannya ketika dewasa. Dalam islam kita tahu bahwa anak kecil yang meninggal dunia akan dimasukkan ke dalam surga. Secara pandangan manusia yang kurang pengetahuannya akan mengganggap sebuah kezaliman, tetapi karena Allah Mahapengasih lagi Mahapenyayang maka diberikanlah keselamatan, bayangkan jika anak tersebut dibiarkan hidup hingga dewasa, sedangkan kemunkaran dilakukannya, bukankah neraka tempatnya?
Kembali lagi kepada pembahasan kita, apa yang engkau lihat dari kekuranganmu sekarang?
Aib atau cacat yang engkau miliki bukanlah kedzaliman dari Rabbmu, melainkan adalah kasih sayangNya, engkau dibatasi daripada melakukan kesalahan, kemunkaran, dan kemaksiatan. Engkau tidak dicabut nyawa saat kecil, walau Dia tahu maksiat akan engkau kerjakan, engkau telah dibiarkan menghirup nafas hingga dewasa tetapi disisipkan kekurangan pada ragamu agar engkau tidak berjalan dengan congkak, tidak berbuat semena-mena, dan dibatasi tingkah lakumu supaya selamat jiwa ragamu.
Semua kekurangan itu akan dipandang sebagai ketidakadilan Tuhan oleh orang yang tidak diberikan pengetahuan, sedangkan orang yang memahami, merenungkan penciptaan dan pandangannya menembus akhirat akan menjalaninya dengan keridhaan. Hingga-hinga ia mengucapkan "Alhamdulillah, Allah mengasihiku dan telah menyelamatkanku."
Ucapan syukurnya bukan sebatas kata-kata, sebab ia telah melihat dan merasakan bagaimana kehidupan,
apa yang akan terjadi seandainya Tuhan tidak memberikan kekurangan pada dirinya. Itulah yang ia renungkan, digali lebih jauh potensi-potensi yang dapat mencelakakan diri hingga tersingkaplah hikmah dari Sang Pencipta.
Lihatlah cumi-cumi dilaut, apakah ada yang menganggap tubuh lemah gemulainya dan tinta hitam yang dibawa sebagai ketidakadilan Tuhan?
Tidak, bahkan tinta hitam itu berfungsi sebagai perisai dari serangan musuh, bila ada yang membahayakan langsung ia seburkan untuk mengacaukan pandangan dan ia berhasil meloloskan diri.
Begitupula apa yang ada pada dirimu, kekurangan yang mungkin pernah terbesit dihati sebagai kedhaliman, atau setidaknya engkau tangisi sebenarnya adalah perisaimu.
Perisaimu dari Api Neraka.
"Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kalian minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya......
(Hadist Arbain)